Jumat, 21 Oktober 2011

PERKEMBANGAN PENDUDUK DI INDONESIA


Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutandemografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.Dinamika penduduk yang kompleks memunculkan berbagai permasalahan dalam bidang kependudukan. Beberapa masalah kependudukan yang diuraikan dalam sub bab ini antara lain pertumbuhan, persebaran, dan kualitas penduduk.


Jumlah penduduk setiap saat dapat bertambah atau berkurang, tetapi bisa juga tetap. Ada dua faktor yang menambah jumlah penduduk
a. Faktor alami (natural increase), antara lain kelahiran dan kematian
Pertumbuhan penduduk alami dapat dihitung jumlahnya berdasar selisih antaratingkat kelahiran dan tingkat kematian.


Rumus: Pn = Po + ( L – M )
Keterangan:
Pn = Jumlah penduduk pada tahun tertentu (setelah penambahan).
Po = Jumlah penduduk pada awal tahun hitungan (sebelum penambahan).
L = Lahir (kelahiran).
M = Mati (kematian).



Migrasi juga dapat dihitung jumlahnya berdasar selisih jumlah imigrasi dan emigrasi.


Rumus: Pn = Po + (Mi – Mo)
Keterangan: Pn = Jumlah penduduk pada tahun tertentu (setelah penambahan)
Po = Jumlah penduduk pada awal tahun hitungan (sebelum penambahan).
Mi = Migrasi masuk
Mo = Migrasi keluar

b. Faktor sosial (social increase)
Yaitu pertambahan penduduk yang disebabkan selisih kelahiran dan kematian serta migrasi, dihitung dengan rumus berikut:


Rumus: Pn = Po + {(L – M)+(Mi – Mo)}

Contoh perhitungan:
Awal tahun, tanggal 1 Januari tahun 2004, jumlah penduduk Desa Umbulmartani sebesar 20.000 jiwa, kelahiran 140 dan kematian 80. Jumlah penduduk yang masuk ada 200 jiwa dan yang keluar ada 150 jiwa. Berapa jumlah penduduk pada awal tahun 2005?
Jawab: Pn = 20.000 + {(140 – 80)} + (200 – 150)}
= 20.000 + (60 + 50)
= 20.000 + 110
= 20.110
Jadi pada tanggal 1 Januari 2005 jumlah penduduk Desa Umbulmartani 20.110 jiwa.

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun semakin menurun, hal itu tidak terlepas dengan program keluarga berencana. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun seperti berikut.
• Periode 1971-1980 sebesar 2,32 persen
• Periode 1981 – 1990 sebesar 1,97 persen,
• Periode 1991 – 2000 sebesar 1,6 persen.

LIHAT VIDEO INI



Dokumen Power point


Sumber: 
http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk
http://www.youtube.com/watch?v=xbuEmoRWQHU&feature=player_embedded


Sabtu, 28 Mei 2011

Perjuangan Pemuda Modern Dalam Memajukan Bangsa

Jika kita mendengar kata-kata pemuda, apa sih yang sebenarnya terfikir dibenak kita. Apakah kita berfikir bahwa pemuda adalah pegharum nama bangsa, penggalang persatuan dan kesatuan, penerus estafet perjuangan, kaum yang kreatif, mandiri, produktif, inovatif dan aktif memikirkan nasib bangsa ini. Atau sebaliknya, kita berfikir bahwa pemuda adalah kaum yang hanya memikirkan pribadinya sendiri, kaum yang paling banyak membuat permasalahan-permasalahan dalam kehidupan ini, seperti pergaulan bebas, narkotika, kerusuhan, minum minuman keras, sikap konsumtif, bersikap hedonis dan apatis terhadap lingkungan sekitarnya.
            Coba sejenak kita kembali mengingat ke 82 tahun yang telah silam, tepat pada tanggal 28 oktober 1928. Perwakilan-perwakilan pemuda bangsa ini berkumpul di gedung Indonesische Clubgebouw di jalan kramat raya 106 jakarta, untuk mempersatukan semangat menuju indonesia yang bersatu. Para pemuda saat itu telah berikrar sehingga melahirkan sebuah momentum fenomenal yang menginspirasi semangat kebangsaan dan kesatuan sampai saat ini, yaitu semangat sumpah pemuda. Momentum ini menguburkan perbedaan-perbedaan yang ada dan melebur dalam suatu semangat satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa indonesia.
             Sumpah pemuda itulah yang merubah paradigma bangsa dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa yang bertekad meraih kemerdekaan dengan dukungan peran pemuda yang terdidik dan terpelajar. Banyak hal yang sebenarnya sudah di lakukan oleh pemuda hari ini mulai dari revolusi kemerdekaan indonesia yang di picu dari progresifitas semangat pemuda, penggulingan orde lama sekaligus runtuhnya hegemoni orde baru juga diprakarsai oleh perjuangan pemuda. Pemuda juga di harapkan mampu menjadi ujung tombak kepemimpinan bangsa ini ke depan, karena pemuda memiliki peran yang vital bagi kemajuan sebuah bangsa baik secara progresif maupun dalam lingkup yang lebih komprehensif. Di tangan pemuda lah nasib bangsa ini di gantungkan. Pemuda tidak ubahnya sebagai ujung tombak titik penentu ke mana arah bangsa dan negara ini maju ke depan. Kesadaran untuk maju di alam modern di tentukan oleh seberapa besar kehendak dan respon pemuda terhadap dinamika zaman.
            Di era globalisasi yang di akselerasi oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sebagai produk ilmu pengetahuan yang mengisyaratkan bahwa kemajuan tersebut hanya bisa di raih dengan penguasaan, pemanfaatan dan eksplorasi sebesar-besarnya terhadap teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Di sinilah peran pemuda modern yang sesungguhnya. Namun pada kenyataannya pemuda masa kini lebih banyak terlena dengan arus globalisasi yang menyeret mereka pada perilaku-perilaku menyimpang, pergaulan bebas, perilaku asusila,  tidak peduli dengan keterpurukan bangsa, hingga lunturnya jiwa dan semangat nasionalisme serta tidak ada rasa bangga atau rasa memiliki terhadap bangsa ini.
            Saat ini pemuda lebih condong mengabaikan nilai-nilai luhur yang mereka bawa sejak lahir di muka bumi pertiwi ini, dan  bahkan kurang  menghargai perjuangan pendahulu-pendahulu mereka untuk merebut kemerdekaan bangsa ini. Mereka hanya terlena oleh dukungan sumber daya alam yang begitu besar. Sumber daya alam yang sebagian besar tidak bisa diperbaharuhi justru semakin lama terkikis habis. Sementara daya pencipta yang masih lemah “meninabobokkan” bangsa ini dalam suasana yang serba hanya bisa menikmati apa yang ada, tanpa berusaha menciptakan sumberdaya dan peluang baru demi kepentingan masa depan. Terdapat kekeliruan memahami paradigma dalam proses regenerasi bangsa yang telah membuat pemuda menjadi kehilangan peran dan kekuatan progresifnya.
            Jangan kan pemuda secara umum, pemuda yang memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi pun sebagian besar cenderung bersifat secara kapitalistik, tanpa ada greget yang menggelora untuk menguak tabir-tabir kebodohan. Mereka tak ubahnya ibarat mesin pencari ijazah yang berbangga diri ketika koleksi-koleksinya bertambah banyak, mereka juga cenderung menjadi mesin penyedot uang yang keluar dari kantong-kantong orang tua mereka, bahkan kuliah hanya di jadikan pengisi waktu kosong saja. Hanya segelintir nya saja dari kaum muda terdidik yang muncul menjadi pendobrak-pendobrak belenggu bangsa. Mereka yang masih memiliki jiwa suci untuk mengharumkan nama bangsa dan memajukan negara ini namun semakin terpojok dalam pergaulan sehari-hari nya, bahkan tidak jarang mereka merndapat cemooh “sok aktif” dan sebagai nya.
            Para pengharum nama bangsa ini, selain seringkali di asingkan oleh teman sebaya nya, mereka lebih di anggap sebagai nerd, gak gaul, gak mode, kutu buku, dan sebagainya atau pun malah mengasingkan diri dari pergaulan.
            Namun kelompok pemuda yang lain lebih memilih bersikap apatis, hedonis, kapitalistik serta konsuntif dalam kehidupan sehari-hari atau menyikapi hal-hal yang terjadi di dalam kehidupan mereka. Berangkat ke kampus dan hadir di kelas  hanya mengisi absensi saja tanpa ada keinginan yang mutlak untuk menumbuhkan intelektualitas nya. Bahkan hal terparah yang di lakukan nya adalah hanya menitip kartu kuliah untuk mendapat paraf dosen yang mengajar pada hari tersebut. Banyak instrumen yang menjelaskan hal ini seperti malas membaca, malas mendengar, malas memperhatikan, malas mencatat, malas menulis, enggan berdiskusi, enggan mengembangkan forum-forum ilmiah, tidak mau berorganisasi dan aktif dalam kegiatan  kampus lainnya. Kebanyakan dari mereka hanya sibuk berbangga diri dengan statusnya sebagai “mahasiswa”, lalu menduduki status sosial yang tertinggi di masyarakat.
            Berangkat dari hal di atas tersebut bagaimanakah seharusnya perjuangan pemuda dalam memajukan bangsa di zaman yang modern ini, yang serba di pengaruhi oleh teknologi.
Pertama-tama sudah sepatutnya kita mempelajari berbagai hal tentang kehidupan kita sebagai pemuda, baik dari hal yang paling mendasar seperti pribadi kita; sudah kah akhlak kita mencerminkan akhlak seorang pemuda yang baik dan patut di contoh oleh kaum pemuda lainnya?; sudahkah kita berperan aktif dalam lingkungan kita yaitu lingkungan keluarga, masyarakat, bahkan bangsa dan negara kita yang tercinta ini. Perlu sebuah pertanyaan besar, seberapa besar peran kita terhadap bangsa ini sebagai pemuda-pemudi nya?.
            Jika kita memandang keluar, banyak sekali permasalahan-permasalahan bangsa ini yang perlu diperbaiki. Salah satu diantaranya pemuda adalah agen perubahan yang memiliki beban moral yang besar dalam perjalanan bangsa ini, jatuh bangunnya bangsa ini tidak terlepas dari tanggung jawab generasi-generasi pemuda indonesia, karena masa depan negara ini terletak di pundak para pemuda hari ini. Pemikiran dan gagasan kaum muda selalu menjadi inspirasi kebangkitan bangsa ini ke arah perubahan yang lebih baik.
            Di satu sisi perjuangan pemuda di zaman sekarang ini yang sesungguhnya adalah mencerdaskan kehidupan  bangsa indonesia, damaikan bangsa indonesia, dan mensejahterakan bangsa indonesia. Tiga komitmen kebangsaan inilah yang seharusnya menjadi cita-cita dan perjuangan para pemuda indonesia saat ini. Makanya, tidak ada salahnya jika para pemuda kemudian menjadi pelopor di bidangnya masing-masing. Harus ada yang menjadi pelopor di bidang pendidikan, ekonomi, tekhnologi, politik, budaya, perdamaian dan keamanan. Tentunya hal-hal ini harus didasari rasa cinta terhadap tanah air indonesia.
            Sehingga bangsa ini benar-benar memiliki pemuda-pemuda yang kreatif, mandiri, aktif dalam memajukan bangsa, serta memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun tidak terlepas pula dalam menjauhi konflik-konflik kehidupan yang dapat menyebabkan perpecahan. Hingga akhirnya benarlah bahwa begitu besar peran pemuda terhadap kemajuan bangsa walaupun penuh dengan tantangan globalisasi yang mempenaruhi kemandirian bangsa indonesia.

Kamis, 31 Maret 2011

JIKA SAYA MENJADI SEORANG ENTERPRENEUR

jika saya menjadi pengusaha, pertama saya akan menyisipkan 50% pendapatan saya untuk ditabungkan dan yang akhirnya jika sudah cukup banyak uang tabungan tersebut saya akan bisa membuat perusahaan lainnya, misalkan pendapatan bersih saya 12 juta per bulan saya akan pisahkan menjadi 2 yaitu 6 juta-6 juta, 6 juta pertama saya tabungkan untuk di jadikan modal pembuatan usaha lain. dan yang 6juta lainnya ialah uang jajan saya sehari-hari.
jadi jika semua modal tersebut terkumpul maka perusahaan yang saya pegang menjadi dua. otomatis pendapatan yang di terima pun jauh lebih banyak ketika saya memegang satu perusahaan. dan apabila saya sudah mempunyai 2 perusahaan tersebut saya akan melakukan pembagian pendapatan seperti di atas tadi sampai saya menjadi pengusaha yang sukses.
tulisan saya di atas terinspirasi dari BOB Sadino yang menjadi pengusaha sukses dari menabungkan atau menyisipkan uang pendapatannya hingga perusahaannya bertambah dan terus bertambah.

Kamis, 24 Februari 2011

Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Lingkup Ilmu Ekonomi

a. Microeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang membahas perilaku individu dalam membuat keputusan penggunaan berbagai unit ekonomi. Di sini ada perusahaan dan rumah tangga.

b. Macroeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang menjelaskan perilaku ekonomi secara keseluruhan (economic aggregates)— akan terkait dengan income, output, employment, dan lain-lain—dalam kerangka atau skala nasional.



Pembagian Ilmu Ekonomi



Ø  Teori ekonomoi mempelajari hubungan peristiwa ekonomi yang satu dengan yang lain dan merumuskannya menjadi hukum ekonomi.
*teori ekonomi mikro: perilaku para konsumen secara individu,para produsen secara individu,serta hubungan antara keduanya.Contoh: biaya produksi, masalah harga,pasar.

*teori ekonomi makro melihat masalah ekonomi secara nasional atau secara kaseluruhan(sering dikatakan secara aggregat).Contoh: pendapatan nasional,produksi nasional.


Ø  Ekonomi lukisan atau ekonomi deskriptif melukiskn atau menggambarkan keadaan ekonomi dalam bentuk angka2,grafik,kurva, atau penyajian lainnya.
Ø Ekonomi terapan merupakan pengaplikasian teori ekonomi untuk memecahkan permasalahan bidang ekonomi tertentu.
Ø  Ekonomi sejarah: ilmu ekonomi yang bertugas memberikan gambaran serta pembahasan tentang system perekonomian di berbagai negara dan perkembangan teori ekonomi dari jaman ke jaman.
Ø Ekonomi statistic bertugas mengumpulkan data tentang peristiwa ekonomi dan memberikan gambaran tentang keadaan ekonomi yang akan datang.


Jumat, 07 Januari 2011

Memories of A mother

At one point I wanted an item I want then I do not have the money to buy it, and I can only hope in the fact that I can have an item. On any one day my mother asked me what I wanted and I was immediately told stuff that I liked, and a few days later I was given a surprise by mothers with the traded goods that I dreamed it. thank you mother, it's true love of a mother casing infinity of all time, like a hero. . .
i love you mom ......

Kamis, 06 Januari 2011

Power Generation From Coal

Coal comes from the forest (wood) that buried in the ground, where the older the age, the higher caloric value. Coal is basically carbon (C) isobtained from mines with different qualities, because it is mixed with otheringredients depending on the condition of the mine. The things thatdetermine the quality of coal, among other caloric value. Calorific value ofthis there are 2 kinds, namely the value of (Ho) and lower value (Hu).
The value of the calories of fuel obtained by burning the fuel as much astwo pounds and measure the calories obtained by using the calorimeter at a temperature of 15 ° C so that water vapor is obtained from the burning(combustion) condenses and releases pengembunannya calories. While the lower caloric value fuels are obtained by way of reducing the caloricvalue of condensing it with water it contains. Fuel combustion in thermalpower plant flue gas released at temperatures far above the dew point ofwater, energy balance calculation is based on the calorific value because of the exhaust gas temperature as high as it is in the face of water vapor.
In addition to the amount of calories it has, the quality of coal is alsodetermined by its purity. Coal-rat is always attached other substances,such as water and the elements of H, 0, N. and S. The purity of coal in addition to concerns generally, is also influenced by the coal miner was taken.
Solid fuels such as coal is burned in power plant boiler combustion chamber to obtain heat energy. Combustion itself is actually a chemical reaction with oxygen 02 is in the air, with chemical reactions are as follows:
C + 02  CO2 + heat energy
But because coal is mixed with elements of H, 0, N, and S, then the coalcombustion process also arises chemical reaction between the elements
those with oxygen in the air like the following:
 2H2 + 02 2H20
N2 + 02  NO2
hereinafter with H2O in the air to react to a variety of nitric acid HNO2.
S + 02  SO2
SO2 further with H2O and 02's in the air reacts
2502 + 2H2O + 02  2H2S02



Materials that are essential for the power generation process batubar are:
a) The flow of entry such as coal, oil or gas, limestone, sand and liquid and compressedgas.
b) The flow out like a flow of electricity, steam in the process, ash and flue gas.
c) The flow of internal materials such as water coolers.


One way to reduce pollution by exhaust gases from burning coal is by using fluedizedbed combustion, in which the coal washing water flows along the combustion chamber.


If in my opinion, we must reduce the energy consumption of coal with renewable energyis environmentally friendly and efficient so it takes a huge cost that is by using solarthermal energy or the sun, from the garbage that littered the city