Rabu, 26 Oktober 2011

PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM

PENGOLAHAN SUMBER DAYA ALAM

PENGOLAHAN SUMBER DAYA ALAM
DAMPAK DARI PEMANASAN GLOBAL


Pemanasan global tidak hanya terjadi di negara Indonesia saja, namun negara-negara lain pun merasakan dampak dari pemanasan global itu sendiri.
Bencana alam yang melanda Pakistan, China, Rusia dan melelehnya es di Arktik sesuai dengan prediksi the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) beberapa tahun lalu. Pakistan dilanda hujan terus-menerus sehingga banjir, sementara Rusia mengalami cuaca paling panas dalam 1.000 tahun.
Kejadian-kejadian sepanjang Juli sampai Agustus 2010 ini telah diprediksi ilmuwan cuaca, meski mereka malu-malu menyebutnya, sebagai bukti pemanasan global telah berlangsung. Mereka sekarang sedang berupaya mencari cara memprediksi cuaca ekstrem ini.
Agustus ini, mereka mulai menggelar rapat yang disponsori Perserikatan Bangsa-bangsa, Amerika Serikat dan Inggris. “Tak ada waktu terbuang lagi karena rakyat harus disiapkan menghadapi pemanasan global,” kata Peter Scott, klimatolog pemerintah Inggris.
IPPC pada 2007 telah memprediksi peningkatan temperatur akan menghasilkan gelombang panas dan hujan yang intens. Dalam laporan 2007 yang menghasilkan penghargaan Nobel, IPPC melaporkan “telah diamati” sebuah peningkatan gelombang panas sejak 1950.
Sementara ilmuwan the Goddard Institute of Space Studies NASA, Gavin Schmidt, di New York, menyatakan pendekatan yang tepat adalah “lebih banyak ekstrem panas dan sedikit ekstrem dingin.”
Berikut perbandingan fakta dengan prediksi:
Rusia
Untuk pertama kalinya suhu Moskow mencapai 37,8 derajat Celcius. Panas membuat kebakaran hutan dan mengeringkan lahan gambut, sehingga menyelimuti Rusia dengan kabut asap beracun. Kematian meningkat menjadi 700 jiwa per hari.
Tahun 2007, laporan IPCC memprediksi bencana kekeringan di Rusia meningkat dua kali dan melihat kemungkinan kebakaran selama bertahun-tahun. Rusia juga disebut akan kehilangan hasil pertanian.
Pakistan
Hujan lebat terus-menerus selama 36 jam membuat sungai Indus di Pakistan meluap. Diperkirakan 14 juta rakyat Pakistan kena dampak banjir. Pemerintah Pakistan menyebutnya bencana terburuk dalam sejarah bangsa itu.
Tahun 2007, laporan IPPC menyatakan hujan lebih lebat selama 40 tahun di utara Pakistan dan memprediksi banjir dahsyat akan melanda bagian selatan Asia ini.
China
Negara berpopulasi terbesar di dunia ini mengalami banjir terburuk sedekade, terutama di provinsi di barat laut, Gansu. Banjir dan longsor menewaskan 1.117 orang dan membuat 600 orang hilang.
Tahun 2007, laporan IPPC menyatakan hujan meningkat di barat laut China 33 persen dibanding 1961. Banjir di seluruh negeri meningkat tujuh kali dibanding 1950. Dan banjir akan sering terjadi di abad ini.
Arktik
Sebuah bongkahan es seluas 260 kilometer persegi telah mengapung di barat laut Greenland. Bongkahan es ini adalah yang terbesar tercatat dalam sejarah memisahkan diri dari Arktik.
Es yang mencair ini menyebabkan kenaikan permukaan lau di seluruh dunia, sebagai akibat dari ekspansi cuaca panas ke kawasan kutub. Kenaikan muka laut adalah 3,4 milimeter per dekade, dua kali lipat angka di abad 20.
Vivanews.com


Peristiwa di atas merupakan salah satu contoh kerusakan alam akibat buruknya pengolahan dan pemanfaatan sunber daya alam yang ada. Dari tahun ke tahun prosentase kerusakan alam yang ada di bumi makin lama makin buruk, yang berdampak pada ketidakstabilan unsur-unsur yang ada di bumi, sehingga banyak terjadinya bencana alam yang sering kita alami setiap tahunnya. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bumi seharusnyalah kita tahu, paham dan peduli akan kondisi bumi kita yang tidak di pungkiri makin lama makin rusak.
Perlu adanya pemahaman tentang sumber daya alam dan pengolahan sumber daya alam itu sendiri agar terciptanya kesetabilan pada lingkungan alam kita, karena secara tidak langsung aktivitas-aktivitas yang kita lakukan sehari-hari, kecil besar berpengaruh terhadap alam sekitar kita.
Contoh dalam hal pembangunan seperti membangun rumah di bantaran jali, menggunakan nlahan hijau untuk kepentingan pembangunan tanpa melakukan npenghijauan kembali dan masih banyak lagi yang lain yang dampak dari itu semua langsung pada kerusakan alam.
PENGERTIAN ALAM
Alam pada dasarnya mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan itu.
Semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.
Sumber daya alam ialah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya: tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba (jasad renik).
PENGERTIAN SUMBER DAYA ALAM
Menurut urutan kepentingan, kebutuhan hidup manusia, dibagi menjadi dua sebagai berikut.
1. Kebutuhan Dasar.
Kebutuhan ini bersifat mutlak diperlukan untuk hidup sehat dan aman.
Yang termasuk kebutuhan ini adalah sandang, pangan, papan, dan
udara bersih.
2. Kebutuhan sekunder.
Kebutuhan ini merupakan segala sesuatu yang diperlukan untuk lebih
menikmati hidup, yaitu rekreasi, transportasi, pendidikan, dan hiburan.
MUTU LINGKUNGAN
Pandangan orang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memang berbeda-beda karena antara lain dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pertimbangan kebutuhan, sosial budaya, dan waktu.
Semakin meningkat pemenuhan kebutuhan untuk kelangsungan hidup, maka semakin baik pula mutu hidup. Derajat pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam kondisi lingkungan disebut mutu lingkungan.
DAYA DUKUNG LINGKUNAGN
Ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Singkatnya, daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup.
Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya. Ada bagianbagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak. Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut :
1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan
hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien,
serta pendaurulangan (recycling).
4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara
damai dengan alam.
1. MACAM-MACAM SUMBER DAYA ALAM
Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya.
a. Berdasarkan sifat
Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan,
tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut ter barukan karena dapat
melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya:
minyak tanah, gas bumf, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.
3. Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari,
energi pasang surut, dan energi laut.
b. Berdasarkan potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
1. Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang
dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas,
kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
2. Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang
dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi,
air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan
lain-lain.
3. Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa
ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan
angkasa.
c. Berdasarkan jenis
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
1. Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya
alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati.
Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
2. Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam
yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba,
dan manusia.
Uraian di sini hanya akan ditekankan pada sumber daya alam hayati, termasuk di dalamnya sumber daya manusia (SDM).
2. SUMBER DAYA TUMBUHAN
Berbicara tentang sumber daya alam tumbuhan kita tidak dapat menyebutkan jenis tumbuhannya, melainkan kegunaannya. Misalnya berguna untuk pangan, sandang, pagan, dan rekreasi. Akan tetapi untuk bunga-bunga tertentu, seperti melati, anggrek bulan, dan Rafflesia arnoldi merupakan pengecualian karena ketiga tanaman bunga tersebut sejak tanggal 9 Januari 1993 telah ditetapkan dalam Keppres No. 4 tahun 1993 sebagai bunga nasional dengan masing-masing gelar sebagai berikut.
1. Melati sebagai bunga bangsa.
2. Anggrek bulan sebagai bunga pesona.
3. Raffiesia arnoldi sebagai bunga langka.
Tumbuhan memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan tepung melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan.
Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan, dan hal ini akan berkaitan dengan rusaknya rantai makanan.
Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Jika suatu spesies organisme punah, maka spesies itu tidak pernah akan muncul lagi. Dipandang dari segi ilmu pengetahuan, hal itu merupakan suatu ke rugian besar.
Selain telah adanya sumber daya tumbuhan yang punah, beberapa jenis tumbuhan langka terancam pula oleh kepunahan, misalnya Rafflesia arnoldi (di Indonesia) dan pohon raksasa kayu merah (Giant Redwood di Amerika). Dalam mengeksploitasi sumber daya tumbuhan, khususnya hutan, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
a. Tidak melakukan penebangan pohon di hutan dengan semena-mena
(tebang habis).
b. Penebangan kayu di hutan dilaksanakan dengan terencana dengan
sistem tebang pilih (penebangan selektif). Artinya, pohon yang
ditebang adalah pohon yang sudah tua dengan ukuran tertentu yang
telah ditentukan.
c. Cara penebangannya pun harus dilaksanakan sedemikian rupa
sehingga tidak merusak pohon-pohon muda di sekitarnya.
d. Melakukan reboisasi (reforestasi), yaitu menghutankan kembali hutan
yang sudah terlanjur rusak.
e. Melaksanakan aforestasi, yaitu menghutankan daerah yang bukan
hutan untuk mengganti daerah hutan yang digunakan untuk keperluan
lain.
f. Mencegah kebakaran hutan.
Kerusakan hutan yang paling besar dan sangat merugikan adalah kebakaran hutan. Diperlukan waktu yang lama untuk mengembalikannya menjadi hutan kembali.
Hal-hal yang sering menjadi penyebab kebakaran hutan antara lain sebagai berikut :
a. Musim kemarau yang sangat panjang.
b. Meninggalkan bekas api unggun yang membara di hutan.
c. Pembuatan arang di hutan.
d. Membuang puntung rokok sembarangan di hutan.
Untuk mengatasi kebakaran hutan diperlukan hal-hal berikut ini.
a. Menara pengamat yang tinggi dan alat telekomunikasi.
b. Patroli hutan untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran.
c. Sistem transportasi mobil pemadam kebakaran yang siap digunakan.
Pemadaman kebakaran hutan dapat dilakukan dengan dua cara seperti berikut ini :
a. Secara langsung dilakukan pada api kecil dengan penyemprotan air.
b. Secara tidak langsung pada api yang telah terlanjur besar, yaitu
melokalisasi api dengan membakar daerah sekitar kebakaran, dan
mengarahkan api ke pusat pembakaran. Biasanya dimulai dari daerah
yang menghambat jalannya api, seperti: sungai, danau, jalan, dan
puncak bukit.
Pengelolaan hutan seperti di atas sangat penting demi pengawetan maupun pelestariannya karena banyaknya fungsi hutan seperti berikut ini :
1. Mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh
ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman.
2. Sumber ekonomi; melalui penyediaan kayu, getah, bunga, hewan, dan
sebagainya.
3. Sumber plasma nutfah; keanekaragaman hewan dan tumbuhan di
hutan memungkinkan diperolehnya keanekaragaman gen.
4. Menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau.
Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah
yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam
tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan
demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim
kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air.
3. SUMBER DAYA HEWAN
Seperti pada ketiga macam bunga nasional, sejak tanggal 9-1-1995, ditetapkan pula tiga satwa nasional sebagai berikut :
1. Komodo (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional darat.
2. Ikan Solera merah sebagai satwa nasional air.
3. Elang jawa sebagai satwa nasional udara.
Selain ketiga satwa nasional di atas, masih banyak satwa Indonesia yang langka dan hampir punah. Misalnya Cendrawasih, Maleo, dan badak bercula satu.
Untuk mencegah kepunahan satwa langka, diusahakan pelestarian secara in situ dan ex situ. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian satwa langka dengan memindahkan satwa langka dari habitatnya ke tempat lain.
Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Termasuk sumber daya alam satwa liar adalah penghuni hutan, penghuni padang rumput, penghuni padang ilalang, penghuni steppa, dan penghuni savana. Misalnya badak, harimau, gajah, kera, ular, babi hutan, bermacam-macam burung, serangga, dan lainnya.
Termasuk sumber daya alam hewan piaraan antara lain adalah lembu, kuda, domba, kelinci, anjing, kucing, bermacam- macam unggas, ikan hias, ikan lele dumbo, ikan lele lokal, kerang, dan siput.
Terhadap hewan peliharaan itulah sifat terbarukan dikembangkan dengan baik. Selain memungut hasil dari peternakan dan perikanan, manusia jugs melakukan persilangan untuk mencari bibit unggul guns menambah keanekaragaman ternak.
Dipandang dari peranannya, hewan dapat digolongkan sebagai berikut :
a. Sumber pangan, antara lain sapi, kerbau, ayam, itik, lele, dan mujaer.
b. Sumber sandang, antara lain bulu domba dan ulat sutera.
c. Sumber obat-obatan, antara lain ular kobra dan lebah madu.
d. Piaraan, antara lain kucing, burung, dan ikan hiss.
Untuk menjaga kelestarian satwa Langka, maka penangkapan hewan-hewan dan juga perburuan haruslah mentaati peraturan tertentu seperti berikut ini :
1. Para pemburu harus mempunyai lisensi (surat izin berburu).
2. Senjata untuk berburu harus tertentu macamnya.
3. Membayar pajak dan mematuhi undang-undang perburuan.
4. Harus menyerahkan sebagian tubuh yang diburunya kepada petugas
sebagai tropy, misalnya tanduknya.
5. Tidak boleh berburu hewan-hewan langka.
6. Ada hewan yang boleh ditangkap hanya pada bulan-bulan tertentu
saja. Misalnya, ikan salmon pada musim berbiak di sungai tidak boleh
ditangkap, atau kura-kura pads musim akan bertelur.
7. Harus melakukan konvensi dengan baik. Konuensi ialah aturan-aturan
yang tidak tertulis tetapi harus sudah diketahui oleh si pemburu
dengan sendirinya. Misalnya, tidak boleh menembak hewan buruan
yang sedang bunting, dan tidak boleh membiarkan hewan buas
buruannya lepas dalam keadaan terluka.
Akan tetapi, seringkali peraturan-peraturan tersebut tidak ditaati bahkan ada yang diam-diam memburu satwa langka untuk dijadikan bahan komoditi yang berharga. Satwa yang sering diburu untuk diambil kulitnya antara lain macan, beruang, dan ular, sedangkan gajah diambil gadingnya.
Sumber Daya Mikroba
Di samping sumber daya alam hewan dan tumbuhan terdapat sumber daya alam hayati yang bersifat mikroskopis, yaitu mikroba. Selain berperan sebagai dekomposer (pengurai) di dalam ekosistem, mikroba sangat penting artinya dalam beberapa hal seperti berikut ini :
a. sebagai bahan pangan atau mengubah bahan pangan menjadi bentuk
lain, seperti tape, sake, tempe, dan oncom
b. penghasil obat-obatan (antibiotik), misalnya, penisilin
c. membantu penyelesaian masalah pencemaran, misalnya pembuatan
biogas dan daur ulang sampah
d. membantu membasmi hama tanaman, misalnya Bacillus thuringiensis
e. untuk rekayasa genetika, misalnya, pencangkokan gen virus dengan
gen sel hewan untuk menghasilkan interferon yang dapat melawan
penyakit karena virus.
Rekayasa genetika dimulai Tahun 1970 oleh Dr. Paul Berg. Rekayasa genetika adalah penganekaragaman genetik dengan memanfaatkan fungsi materi genetik dari suatu organisme. Cara-cara rekayasa genetika tersebut antara lain: kultur jaringan, mutasi buatan, persilangan, dan pencangkokan gen. Rekayasa genetika dapat dimanfaatkan untuk tujuan berikut ini :
1. mendapatkan produk pertanian baru, seperti “pomato”, merupakan
persilangan dari potato (kentang) dan tomato (tomat)
2. mendapatkan temak yang berkadar protein lebih tinggi
3. mendapatkan temak atau tanaman yang tahan hama
4. mendapatkan tanaman yang mampu menghasilkan insektisida sendiri.
Akhir-akhir ini tampak bahwa penggunaan sumber daya alam cenderung naik terus, karena:
a. pertambahan penduduk yang cepat
b. perkembangan peradaban manusia yang didukung oleh kemajuan sains
dan teknologi.
Oleh karena itu, agar sumber daya alam dapat bermanfaat dalam waktu yang panjang maka hal-hal berikut sangat perlu dilaksanakan.
1. Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang
maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan
agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.
2. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi
sumber daya alam.
3. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang
ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan
pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
4. Di dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
a. Teknologi yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber
daya untuk pembaruannya.
b. Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin
pertumbuhan sumber daya alam hayati.
c. Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya
dengan daur ulang.
d. Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses
pembaruannya.
5. Sumber Daya Manusia
Manusia dibedakan dari sumber daya alam hayati lainnya karena manusia memiliki kebudayaan, akal, dan budi yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan. Berbeda dengan sumber daya hayati lainnya, penggunaan sumber daya manusia dibagi dua, yaitu sebagai berikut :
a. Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya manusia dapat bekerja
dalam berbagai bidang, antara lain: bidang perindustrian,
transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan.
b. Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam
yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan.                                 Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu
mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu
mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan
teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan
sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan. Oleh karena itu,
manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang
terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang
sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.

referensi http://irfanramadhan4.wordpress.com/2010/10/23/pengolahan-sumber-daya-alam/

Dokumen Power Point


LIHAT VIDEO DIBAWAH INI

Jumat, 21 Oktober 2011

PERKEMBANGAN PENDUDUK DI INDONESIA


Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutandemografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.Dinamika penduduk yang kompleks memunculkan berbagai permasalahan dalam bidang kependudukan. Beberapa masalah kependudukan yang diuraikan dalam sub bab ini antara lain pertumbuhan, persebaran, dan kualitas penduduk.


Jumlah penduduk setiap saat dapat bertambah atau berkurang, tetapi bisa juga tetap. Ada dua faktor yang menambah jumlah penduduk
a. Faktor alami (natural increase), antara lain kelahiran dan kematian
Pertumbuhan penduduk alami dapat dihitung jumlahnya berdasar selisih antaratingkat kelahiran dan tingkat kematian.


Rumus: Pn = Po + ( L – M )
Keterangan:
Pn = Jumlah penduduk pada tahun tertentu (setelah penambahan).
Po = Jumlah penduduk pada awal tahun hitungan (sebelum penambahan).
L = Lahir (kelahiran).
M = Mati (kematian).



Migrasi juga dapat dihitung jumlahnya berdasar selisih jumlah imigrasi dan emigrasi.


Rumus: Pn = Po + (Mi – Mo)
Keterangan: Pn = Jumlah penduduk pada tahun tertentu (setelah penambahan)
Po = Jumlah penduduk pada awal tahun hitungan (sebelum penambahan).
Mi = Migrasi masuk
Mo = Migrasi keluar

b. Faktor sosial (social increase)
Yaitu pertambahan penduduk yang disebabkan selisih kelahiran dan kematian serta migrasi, dihitung dengan rumus berikut:


Rumus: Pn = Po + {(L – M)+(Mi – Mo)}

Contoh perhitungan:
Awal tahun, tanggal 1 Januari tahun 2004, jumlah penduduk Desa Umbulmartani sebesar 20.000 jiwa, kelahiran 140 dan kematian 80. Jumlah penduduk yang masuk ada 200 jiwa dan yang keluar ada 150 jiwa. Berapa jumlah penduduk pada awal tahun 2005?
Jawab: Pn = 20.000 + {(140 – 80)} + (200 – 150)}
= 20.000 + (60 + 50)
= 20.000 + 110
= 20.110
Jadi pada tanggal 1 Januari 2005 jumlah penduduk Desa Umbulmartani 20.110 jiwa.

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun semakin menurun, hal itu tidak terlepas dengan program keluarga berencana. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun seperti berikut.
• Periode 1971-1980 sebesar 2,32 persen
• Periode 1981 – 1990 sebesar 1,97 persen,
• Periode 1991 – 2000 sebesar 1,6 persen.

LIHAT VIDEO INI



Dokumen Power point


Sumber: 
http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk
http://www.youtube.com/watch?v=xbuEmoRWQHU&feature=player_embedded


Sabtu, 28 Mei 2011

Perjuangan Pemuda Modern Dalam Memajukan Bangsa

Jika kita mendengar kata-kata pemuda, apa sih yang sebenarnya terfikir dibenak kita. Apakah kita berfikir bahwa pemuda adalah pegharum nama bangsa, penggalang persatuan dan kesatuan, penerus estafet perjuangan, kaum yang kreatif, mandiri, produktif, inovatif dan aktif memikirkan nasib bangsa ini. Atau sebaliknya, kita berfikir bahwa pemuda adalah kaum yang hanya memikirkan pribadinya sendiri, kaum yang paling banyak membuat permasalahan-permasalahan dalam kehidupan ini, seperti pergaulan bebas, narkotika, kerusuhan, minum minuman keras, sikap konsumtif, bersikap hedonis dan apatis terhadap lingkungan sekitarnya.
            Coba sejenak kita kembali mengingat ke 82 tahun yang telah silam, tepat pada tanggal 28 oktober 1928. Perwakilan-perwakilan pemuda bangsa ini berkumpul di gedung Indonesische Clubgebouw di jalan kramat raya 106 jakarta, untuk mempersatukan semangat menuju indonesia yang bersatu. Para pemuda saat itu telah berikrar sehingga melahirkan sebuah momentum fenomenal yang menginspirasi semangat kebangsaan dan kesatuan sampai saat ini, yaitu semangat sumpah pemuda. Momentum ini menguburkan perbedaan-perbedaan yang ada dan melebur dalam suatu semangat satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa indonesia.
             Sumpah pemuda itulah yang merubah paradigma bangsa dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa yang bertekad meraih kemerdekaan dengan dukungan peran pemuda yang terdidik dan terpelajar. Banyak hal yang sebenarnya sudah di lakukan oleh pemuda hari ini mulai dari revolusi kemerdekaan indonesia yang di picu dari progresifitas semangat pemuda, penggulingan orde lama sekaligus runtuhnya hegemoni orde baru juga diprakarsai oleh perjuangan pemuda. Pemuda juga di harapkan mampu menjadi ujung tombak kepemimpinan bangsa ini ke depan, karena pemuda memiliki peran yang vital bagi kemajuan sebuah bangsa baik secara progresif maupun dalam lingkup yang lebih komprehensif. Di tangan pemuda lah nasib bangsa ini di gantungkan. Pemuda tidak ubahnya sebagai ujung tombak titik penentu ke mana arah bangsa dan negara ini maju ke depan. Kesadaran untuk maju di alam modern di tentukan oleh seberapa besar kehendak dan respon pemuda terhadap dinamika zaman.
            Di era globalisasi yang di akselerasi oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sebagai produk ilmu pengetahuan yang mengisyaratkan bahwa kemajuan tersebut hanya bisa di raih dengan penguasaan, pemanfaatan dan eksplorasi sebesar-besarnya terhadap teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Di sinilah peran pemuda modern yang sesungguhnya. Namun pada kenyataannya pemuda masa kini lebih banyak terlena dengan arus globalisasi yang menyeret mereka pada perilaku-perilaku menyimpang, pergaulan bebas, perilaku asusila,  tidak peduli dengan keterpurukan bangsa, hingga lunturnya jiwa dan semangat nasionalisme serta tidak ada rasa bangga atau rasa memiliki terhadap bangsa ini.
            Saat ini pemuda lebih condong mengabaikan nilai-nilai luhur yang mereka bawa sejak lahir di muka bumi pertiwi ini, dan  bahkan kurang  menghargai perjuangan pendahulu-pendahulu mereka untuk merebut kemerdekaan bangsa ini. Mereka hanya terlena oleh dukungan sumber daya alam yang begitu besar. Sumber daya alam yang sebagian besar tidak bisa diperbaharuhi justru semakin lama terkikis habis. Sementara daya pencipta yang masih lemah “meninabobokkan” bangsa ini dalam suasana yang serba hanya bisa menikmati apa yang ada, tanpa berusaha menciptakan sumberdaya dan peluang baru demi kepentingan masa depan. Terdapat kekeliruan memahami paradigma dalam proses regenerasi bangsa yang telah membuat pemuda menjadi kehilangan peran dan kekuatan progresifnya.
            Jangan kan pemuda secara umum, pemuda yang memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi pun sebagian besar cenderung bersifat secara kapitalistik, tanpa ada greget yang menggelora untuk menguak tabir-tabir kebodohan. Mereka tak ubahnya ibarat mesin pencari ijazah yang berbangga diri ketika koleksi-koleksinya bertambah banyak, mereka juga cenderung menjadi mesin penyedot uang yang keluar dari kantong-kantong orang tua mereka, bahkan kuliah hanya di jadikan pengisi waktu kosong saja. Hanya segelintir nya saja dari kaum muda terdidik yang muncul menjadi pendobrak-pendobrak belenggu bangsa. Mereka yang masih memiliki jiwa suci untuk mengharumkan nama bangsa dan memajukan negara ini namun semakin terpojok dalam pergaulan sehari-hari nya, bahkan tidak jarang mereka merndapat cemooh “sok aktif” dan sebagai nya.
            Para pengharum nama bangsa ini, selain seringkali di asingkan oleh teman sebaya nya, mereka lebih di anggap sebagai nerd, gak gaul, gak mode, kutu buku, dan sebagainya atau pun malah mengasingkan diri dari pergaulan.
            Namun kelompok pemuda yang lain lebih memilih bersikap apatis, hedonis, kapitalistik serta konsuntif dalam kehidupan sehari-hari atau menyikapi hal-hal yang terjadi di dalam kehidupan mereka. Berangkat ke kampus dan hadir di kelas  hanya mengisi absensi saja tanpa ada keinginan yang mutlak untuk menumbuhkan intelektualitas nya. Bahkan hal terparah yang di lakukan nya adalah hanya menitip kartu kuliah untuk mendapat paraf dosen yang mengajar pada hari tersebut. Banyak instrumen yang menjelaskan hal ini seperti malas membaca, malas mendengar, malas memperhatikan, malas mencatat, malas menulis, enggan berdiskusi, enggan mengembangkan forum-forum ilmiah, tidak mau berorganisasi dan aktif dalam kegiatan  kampus lainnya. Kebanyakan dari mereka hanya sibuk berbangga diri dengan statusnya sebagai “mahasiswa”, lalu menduduki status sosial yang tertinggi di masyarakat.
            Berangkat dari hal di atas tersebut bagaimanakah seharusnya perjuangan pemuda dalam memajukan bangsa di zaman yang modern ini, yang serba di pengaruhi oleh teknologi.
Pertama-tama sudah sepatutnya kita mempelajari berbagai hal tentang kehidupan kita sebagai pemuda, baik dari hal yang paling mendasar seperti pribadi kita; sudah kah akhlak kita mencerminkan akhlak seorang pemuda yang baik dan patut di contoh oleh kaum pemuda lainnya?; sudahkah kita berperan aktif dalam lingkungan kita yaitu lingkungan keluarga, masyarakat, bahkan bangsa dan negara kita yang tercinta ini. Perlu sebuah pertanyaan besar, seberapa besar peran kita terhadap bangsa ini sebagai pemuda-pemudi nya?.
            Jika kita memandang keluar, banyak sekali permasalahan-permasalahan bangsa ini yang perlu diperbaiki. Salah satu diantaranya pemuda adalah agen perubahan yang memiliki beban moral yang besar dalam perjalanan bangsa ini, jatuh bangunnya bangsa ini tidak terlepas dari tanggung jawab generasi-generasi pemuda indonesia, karena masa depan negara ini terletak di pundak para pemuda hari ini. Pemikiran dan gagasan kaum muda selalu menjadi inspirasi kebangkitan bangsa ini ke arah perubahan yang lebih baik.
            Di satu sisi perjuangan pemuda di zaman sekarang ini yang sesungguhnya adalah mencerdaskan kehidupan  bangsa indonesia, damaikan bangsa indonesia, dan mensejahterakan bangsa indonesia. Tiga komitmen kebangsaan inilah yang seharusnya menjadi cita-cita dan perjuangan para pemuda indonesia saat ini. Makanya, tidak ada salahnya jika para pemuda kemudian menjadi pelopor di bidangnya masing-masing. Harus ada yang menjadi pelopor di bidang pendidikan, ekonomi, tekhnologi, politik, budaya, perdamaian dan keamanan. Tentunya hal-hal ini harus didasari rasa cinta terhadap tanah air indonesia.
            Sehingga bangsa ini benar-benar memiliki pemuda-pemuda yang kreatif, mandiri, aktif dalam memajukan bangsa, serta memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun tidak terlepas pula dalam menjauhi konflik-konflik kehidupan yang dapat menyebabkan perpecahan. Hingga akhirnya benarlah bahwa begitu besar peran pemuda terhadap kemajuan bangsa walaupun penuh dengan tantangan globalisasi yang mempenaruhi kemandirian bangsa indonesia.

Kamis, 31 Maret 2011

JIKA SAYA MENJADI SEORANG ENTERPRENEUR

jika saya menjadi pengusaha, pertama saya akan menyisipkan 50% pendapatan saya untuk ditabungkan dan yang akhirnya jika sudah cukup banyak uang tabungan tersebut saya akan bisa membuat perusahaan lainnya, misalkan pendapatan bersih saya 12 juta per bulan saya akan pisahkan menjadi 2 yaitu 6 juta-6 juta, 6 juta pertama saya tabungkan untuk di jadikan modal pembuatan usaha lain. dan yang 6juta lainnya ialah uang jajan saya sehari-hari.
jadi jika semua modal tersebut terkumpul maka perusahaan yang saya pegang menjadi dua. otomatis pendapatan yang di terima pun jauh lebih banyak ketika saya memegang satu perusahaan. dan apabila saya sudah mempunyai 2 perusahaan tersebut saya akan melakukan pembagian pendapatan seperti di atas tadi sampai saya menjadi pengusaha yang sukses.
tulisan saya di atas terinspirasi dari BOB Sadino yang menjadi pengusaha sukses dari menabungkan atau menyisipkan uang pendapatannya hingga perusahaannya bertambah dan terus bertambah.

Kamis, 24 Februari 2011

Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Lingkup Ilmu Ekonomi

a. Microeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang membahas perilaku individu dalam membuat keputusan penggunaan berbagai unit ekonomi. Di sini ada perusahaan dan rumah tangga.

b. Macroeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang menjelaskan perilaku ekonomi secara keseluruhan (economic aggregates)— akan terkait dengan income, output, employment, dan lain-lain—dalam kerangka atau skala nasional.



Pembagian Ilmu Ekonomi



Ø  Teori ekonomoi mempelajari hubungan peristiwa ekonomi yang satu dengan yang lain dan merumuskannya menjadi hukum ekonomi.
*teori ekonomi mikro: perilaku para konsumen secara individu,para produsen secara individu,serta hubungan antara keduanya.Contoh: biaya produksi, masalah harga,pasar.

*teori ekonomi makro melihat masalah ekonomi secara nasional atau secara kaseluruhan(sering dikatakan secara aggregat).Contoh: pendapatan nasional,produksi nasional.


Ø  Ekonomi lukisan atau ekonomi deskriptif melukiskn atau menggambarkan keadaan ekonomi dalam bentuk angka2,grafik,kurva, atau penyajian lainnya.
Ø Ekonomi terapan merupakan pengaplikasian teori ekonomi untuk memecahkan permasalahan bidang ekonomi tertentu.
Ø  Ekonomi sejarah: ilmu ekonomi yang bertugas memberikan gambaran serta pembahasan tentang system perekonomian di berbagai negara dan perkembangan teori ekonomi dari jaman ke jaman.
Ø Ekonomi statistic bertugas mengumpulkan data tentang peristiwa ekonomi dan memberikan gambaran tentang keadaan ekonomi yang akan datang.


Jumat, 07 Januari 2011

Memories of A mother

At one point I wanted an item I want then I do not have the money to buy it, and I can only hope in the fact that I can have an item. On any one day my mother asked me what I wanted and I was immediately told stuff that I liked, and a few days later I was given a surprise by mothers with the traded goods that I dreamed it. thank you mother, it's true love of a mother casing infinity of all time, like a hero. . .
i love you mom ......

Kamis, 06 Januari 2011

Power Generation From Coal

Coal comes from the forest (wood) that buried in the ground, where the older the age, the higher caloric value. Coal is basically carbon (C) isobtained from mines with different qualities, because it is mixed with otheringredients depending on the condition of the mine. The things thatdetermine the quality of coal, among other caloric value. Calorific value ofthis there are 2 kinds, namely the value of (Ho) and lower value (Hu).
The value of the calories of fuel obtained by burning the fuel as much astwo pounds and measure the calories obtained by using the calorimeter at a temperature of 15 ° C so that water vapor is obtained from the burning(combustion) condenses and releases pengembunannya calories. While the lower caloric value fuels are obtained by way of reducing the caloricvalue of condensing it with water it contains. Fuel combustion in thermalpower plant flue gas released at temperatures far above the dew point ofwater, energy balance calculation is based on the calorific value because of the exhaust gas temperature as high as it is in the face of water vapor.
In addition to the amount of calories it has, the quality of coal is alsodetermined by its purity. Coal-rat is always attached other substances,such as water and the elements of H, 0, N. and S. The purity of coal in addition to concerns generally, is also influenced by the coal miner was taken.
Solid fuels such as coal is burned in power plant boiler combustion chamber to obtain heat energy. Combustion itself is actually a chemical reaction with oxygen 02 is in the air, with chemical reactions are as follows:
C + 02  CO2 + heat energy
But because coal is mixed with elements of H, 0, N, and S, then the coalcombustion process also arises chemical reaction between the elements
those with oxygen in the air like the following:
 2H2 + 02 2H20
N2 + 02  NO2
hereinafter with H2O in the air to react to a variety of nitric acid HNO2.
S + 02  SO2
SO2 further with H2O and 02's in the air reacts
2502 + 2H2O + 02  2H2S02



Materials that are essential for the power generation process batubar are:
a) The flow of entry such as coal, oil or gas, limestone, sand and liquid and compressedgas.
b) The flow out like a flow of electricity, steam in the process, ash and flue gas.
c) The flow of internal materials such as water coolers.


One way to reduce pollution by exhaust gases from burning coal is by using fluedizedbed combustion, in which the coal washing water flows along the combustion chamber.


If in my opinion, we must reduce the energy consumption of coal with renewable energyis environmentally friendly and efficient so it takes a huge cost that is by using solarthermal energy or the sun, from the garbage that littered the city